Postingan

KEBEBASAN MENURUT K.H IMAM ZARKASYI

 Panca Jiwa pondok pesantren yang terakhir adalah kebebasan. Jiwa kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang selalu berkaitan dengan kehiudpan sosial. Dalam KBBI arti dari kebebasan dapat diartikan sebagai lepas sama sekali dan tidak terhalang, terganggu, sehingga bisa bertindak, berbuat, serta berbicara dengan leluasa. Kebebasan identik dengan kelegaan. Pada masa penjajahan, kebebasan tidak bisa dirasakan karena masih ada pihak opresif yang membuat kehidupan tidak nyaman dan tenang. Perlu dipahami lagi bahwa kebebasan bukan berarti bebas sebebasnya, karena kebebasan seseroang sudah dibatasi dengan kebebasan orang lain. Lalu, bagaimana menyikapi makna kebebasan yang sesungguhnya?. Dalam hal ini K.H Imam Zarkasyi menjelaskan bahwa: Bebas dalam berfikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depannya, dalam memilih jalan hidup didalam masyarakat kelak bagi para santri, dengan berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi kesulitan sesuai dari yang sudah dipelajari di pe...

Pondok Pesantren Merupakan Tempat yang Tepat dalam Pemebntukan Jiwa Ukhuwwah Islamiyyah

 Ukhuwwah Islamiyyah merupakan hubungan antara umat muslim tanpa membeda-bedakan luas dan sempitnya kapasitas hubungan, dimulai dari hubungan antara keluarga, teman, masyrakat. Ukhuwwah Islamiyah dapat juga dipahami dengan suatu ikatan akidah yang dapat menyatukan hati semua umat Islam walaupun berasal dari latar belakang yang heterogen, sehingga setiap individu umat Islam senantiasa terikat dalam suatu ikatan, lalu dapat membentuk bangunan umat yang kokoh. Jiwa Ukhuwwah Islamiyyah merupakan salah satu jiwa pondok pesantren, karena pondok pesantren didirikan berdasarkan keimanan kepada Allah. Maka dari para ulama pendiri pondok pesantren menanamkan keimanan kepada santrinya melalui kehidupan sehari-hari dalam bentuk ukhuwwah , karena darinya dapat dilihat ciri ciri orang yang beriman. Dengan begitu sudah jelas bahwa, Ukhuwwah Islamiyyah tidak mungkin terwujud kecuali dalam bingkai keimanan. Nikmat ukhuwwah Islamiyyah tidak dapat dinikmati kecuali dengan memahami t...

BERDIKARI

 Berdikari merupakan singkatan dari Berdiri Diatas Kaki Sendiri yang dapat diartikan sebagai hidup dengan mandiri, tidak bergantung kepada bantuan orang lain. Menurut Sutari Imam Barnadib (2002:19), sikap mandiri adalah perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasai masalah atau hambatan, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Dengan begitu dapat dipahami bahwa bergantung kepada orang lain adalah suatu tanda kelemahan. Rasulullah SAW bersabda : "Sungguh, seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dan dibawa dengan Punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta kepada orang lain, baik orang lain itu memberinya atau menolaknya” (HR. Bukhari) Sifat kemandirianpun sudah banyak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan hidupnya. Rasulullah SAW melewati masa kecilnya seabagai yatim piatu, tentu dari cerita yang ada dapat kita bayangkan betapa sulitnya beliau dalam kondisi yatim piatu. Sehingga beliau harus dirawat ...

Memahami Makna Kesederhanaan Yang Sesungguhnya.

 Dalam panca jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor, kesederhanaan merupakan point kedua setelah dari poin pertama yaitu keihklasan kesederhanaan perlu ditanamkan dalam prinsip setiap individu. Lalu apa arti kesederhanaan itu sendiri? Kata sederhana dalam kamus besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bersahaja atau tidak berlebih-lebihan. Kesederhanaan dapat juga dipahami dengan artian dari sikap utuh cara berpikir bertutur, dan bertindak yang dapat dilatih dalam diri setiap orang, sehingga dapat menumbuhkan yang mampu memudahkan mengambil keputusan dengan paradigma dari realitas yang ada. Jiwa sederhana adalah suatu sikap yang tidak berpokok kepada kemewahan. Hidup sederhana berarti hidup sesusai dengan kebutuhan. Dalam kaitannya dengan jiwa hidup sederhana di Pondok, KH. Imam Zarkasy menjelaskan bahwa :  “Kehidupan dalam Pondok diliputi suasana kesederanaan, tetapi agung. Sederhana bukan berarti pasif (Bahasa jawa: Nrimo), dan bukan karena kemelaratan atau kemisk...

IKHLAS DALAM MENUNTUT ILMU

 Keikhlasan merupakan ruh dan prinsip hidup yang wajib ditanamkan dalam setiap individu. Dinamika kehidupan yang beragam, menuntut kita untuk selalu mejaga rasa keikhlasan dalam setiap pekerjaan. Seperti halnya dalam menuntut ilmu. Sebelum menuntut ilmu, hal pertama kali yang harus diperhatikan adalah berusaha selalu untuk mengikhlaskan niat. Seperti sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :  “ Semua perbuatan tergantung dengan niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia niatkan. ” (H.R Bukhari)   Sudah dipastikan bahwa jika kita menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah, dan sangat mulia. Sebab dari itu, diperlukan keikhlasan yang luas dalam menjalaninya karena ik...